Gerhana matahari keseluruhan (GMT) yang akan berlangsung pada Rabu (9/3) membawa barokah untuk warga Kota Palu, Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Rumah-rumah masyarakat yang awalnya tak membuahkan duit, saat ini banyak yang menyewa. Beberapa penyewa yaitu wisatawan yang telah tak kebagian hotel. Infomrasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Malang di tempat, okupansi hotel penuh mulai sejak sebulan lantas. Dengan hal tersebut, wisatawan yang telah tak kebagian tempat sangat terpaksa menyewa tempat tinggal masyarakat. "Bahkan, tempat kosong disewa untuk didirikan gubuk atau tenda,
" tutur Mansur, sopir taksi yang mengantar wartawan koran ini. Beberapa wisatawan itu datang dari Amerika Serikat (AS), belanda, Rusia, Jerman, Tiongkok serta Jepang. Beberapa wisatawan itu tiba di Kota Palu mulai sejak sepuluh hari. Untuk biaya sewa tempat kosong, sekitar Rp 500 ribu. Kebanyak wisatawan itu menyewa tempat sampai selesai melihat gerhana matahari. "Ongkos sewa lima ratus ribu itu hingga usai, " kata pria yang mengakui kelahiran Makasar itu. Terdapat banyak titik sebagai pusat penilaian GMT. hotel murah di darajat garut
Namun wisatawan mancanegara itu terpusat di tiga tempat. Yaitu kampung bule Ngatabaru, Desa Pakuli serta Bekas Timali, Sulawesi Tengah. Di tiga lokasi tersebut ramai penyewaan tempat kosong. Sedang hotel serta penginapan, nyaris semua Kota Palu tak ada yang kosong. "Kalau cari hotel, ya mesti pesan jauh-jauh hari, " kata Mansur. (serta)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.